Investasi UAE di IKN Tembus Rp4 Triliun, Raksasa Properti Dubai Masuk KIPP 1A?

Investasi UAE di IKN Tembus Rp4 Triliun, Raksasa Properti Dubai Masuk KIPP 1A?

Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali mencatat perkembangan penting dalam penguatan investasi asing. Komitmen terbaru datang dari Uni Emirat Arab melalui Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan properti asal Dubai, resmi menandatangani kerja sama pembangunan kawasan terpadu senilai Rp4 triliun. Jadi mari kita bahasa secara lengkap investasi UAE di IKN!

Langkah ini menjadi penanda bahwa investasi UAE di IKN mulai bergerak dari tahap penjajakan menuju rencana pembangunan yang lebih terukur. Investor Timur Tengah dikenal selektif dalam memilih proyek, terutama yang berorientasi jangka panjang dan memiliki nilai ekonomi tinggi.

Proyek bernilai Rp4 triliun tersebut akan memanfaatkan lahan seluas 9,7 hektar di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1A. Lokasi tersebut berada di area strategis, tepat di samping Plaza Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi salah satu titik sentral di IKN.

Ayedh Dejem Group merancang kawasan mixed-use modern yang mencakup kompleks perkantoran Grade A, pusat perbelanjaan kelas dunia, area komersial premium, serta fasilitas ibadah berupa masjid. Konsep ini diarahkan untuk membangun ekosistem perkotaan baru yang menunjang aktivitas pemerintahan dan ekonomi di kawasan inti IKN.

Ayedh Dejem Group Tanam Rp4 Triliun, Investasi UAE di IKN Masuk Area Premium

Chairman Ayedh Dejem Group, Syeikh Ayedh Dejem, menyatakan keputusan investasi ini didorong optimisme terhadap ekonomi Indonesia yang dinilai terus menguat. Ia menyebut kebutuhan proyek skala besar akan meningkat seiring pertumbuhan di IKN.

Di sisi pemerintah, Otorita IKN menekankan bahwa Investasi UAE di IKN bukan proyek instan. Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN, Sudiro Roi Santoso menjelaskan kesepakatan ini merupakan hasil proses panjang yang dimulai sejak penandatanganan Non-Disclosure Agreement pada Mei 2025.

Tahapan berikutnya akan berfokus pada pendetailan perencanaan, pengurusan perizinan, hingga lelang kontraktor. Seluruh tahap persiapan ini diperkirakan memakan waktu maksimal satu setengah tahun.

Berdasarkan roadmap yang disusun, konstruksi fisik dijadwalkan dimulai pada pertengahan 2027 dan berlangsung berkelanjutan hingga lima tahun berikutnya. Dengan jadwal yang jelas, proyek ini dinilai memperkuat kredibilitas investasi asing di IKN.

Investasi UAE di IKN senilai Rp4 triliun menegaskan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap masa depan IKN. Proyek ini disiapkan dengan tahapan jelas hingga pembangunan fisik.

Demikian informasi seputar investasi UAE di IKN. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Mbipike.Com.