Investasi KEK di Tanjung Lesung Tembus Rp2,5 Triliun di 2026, Terbukti Serap 6,500 Tenaga Kerja?

Investasi KEK di Tanjung Lesung Tembus Rp2,5 Triliun di 2026, Terbukti Serap 6,500 Tenaga Kerja?

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung di Kabupaten Pandeglang, Banten, terus menunjukkan perkembangan signifikan sepanjang 2026. PT Banten West Java (BWJ) Tourism Development selaku pengelola kawasan mencatat nilai investasi yang dikerjakan oleh badan usaha dan para investor telah mencapai lebih dari Rp2,5 triliun.

Direktur Utama PT BWJ Tourism Development, Purnomo Siswoprastijo, menyatakan bahwa realisasi investasi tersebut tidak hanya mendorong pembangunan kawasan, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja lokal.

Hingga tahun ini, sekitar 6.500 tenaga kerja telah terserap dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan di Tanjung Lesung.

Tol Serang-Panimbang Jadi Pengungkit Pariwisata Hasil Investasi KEK di Tanjung Lesung

Salah satu faktor kunci yang mendorong optimisme investasi di KEK Tanjung Lesung adalah pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang. Purnomo menilai bahwa akses infrastruktur yang semakin baik akan membuka peluang lebih besar bagi pertumbuhan investasi di sektor pariwisata.

“Dan ke depan, dengan selesainya jalan tol Serang-Panimbang, tentunya ini akan menimbulkan lagi perkembangan untuk investasi di bidang pariwisata di kawasan Tanjung Lesung ini dan juga tentunya akan mendongkrak kawasan-kawasan di sekitarnya,” ujarnya.

Gubernur Banten Andra Soni juga menekankan pentingnya konektivitas tersebut. Menurutnya, keberadaan Tol Serang-Panimbang yang ditargetkan beroperasi penuh hingga Panimbang pada 2027 akan menjadi daya dukung infrastruktur vital bagi pengembangan KEK Tanjung Lesung dan destinasi wisata lainnya di Banten.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten, Virgojanti, menambahkan bahwa pengelola kawasan telah diminta untuk mempersiapkan fasilitas, melakukan pembenahan, serta memperkuat promosi guna menyambut lonjakan wisatawan pasca-rampungnya jalan tol.

Baca Juga: Investasi Spotify di Podcast Capai USD10 Miliar, Perkuat Ekosistem Kreator Global

KEK Tanjung Lesung Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Banten

Pemerintah Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Gubernur Andra Soni tengah gencar mendorong KEK Tanjung Lesung sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor pariwisata.

Pengembangan kawasan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dan nilai investasi, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap pembangunan dan perekonomian masyarakat sekitar.

“Kami berharap KEK Tanjung Lesung dapat langsung memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di daerah sekitar Tanjung Lesung,” ujar Andra Soni.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Ely Susiyana, menambahkan bahwa pengembangan Tanjung Lesung juga diarahkan untuk mengubah top of mind wisatawan.

“Ini adalah salah satu KEK pariwisata tertua sebetulnya dan memang ini kita dorong karena harapan Pak Gubernur ke depan kita merubah top of mind-nya para calon wisatawan, agar tujuannya sekarang ke Banten aja,” katanya.

Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah yang terus menggaungkan slogan “liburan ke Banten saja”.

Dengan nilai investasi yang terus meningkat, penyerapan tenaga kerja yang masif, serta dukungan infrastruktur dari Tol Serang-Panimbang, KEK Tanjung Lesung berada pada jalur yang tepat untuk menjadi destinasi wisata unggulan sekaligus motor penggerak ekonomi baru bagi Provinsi Banten.

Demikian informasi seputar perkembangan terbaru investasi KEK di Tanjung Lesung. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Mbipike.Com.