PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI meluncurkan obligasi ritel infrastruktur sebagai langkah memperkuat struktur permodalan sekaligus mendukung ekspansi bisnis perusahaan. Instrumen ini juga ditujukan untuk membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat agar terlibat langsung dalam pembiayaan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah mengatakan, target indikasi penerbitan obligasi ritel infrastruktur ini mencapai Rp300 miliar. Produk tersebut menjadi bagian dari Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I PT SMI Tahap II Tahun 2026.
Melalui penerbitan ini, perusahaan ingin memperluas basis investor domestik dan memperkuat peran pasar keuangan nasional.
Obligasi Ritel Infrastruktur Perluas Akses Publik ke Pembiayaan Nasional
Menurut Reynaldi, kehadiran instrumen ini mencerminkan transformasi PT SMI sebagai lembaga keuangan pembangunan yang semakin inklusif. Masyarakat tidak lagi hanya menjadi pihak yang menikmati hasil pembangunan, tetapi juga mendapat kesempatan untuk ikut ambil bagian dalam prosesnya melalui investasi yang terarah.
Dana yang dihimpun dari obligasi ritel infrastruktur akan dialokasikan ke proyek-proyek yang memberi dampak sosial dan lingkungan. Fokus pembiayaan mencakup sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, layanan kesehatan, pendidikan, hingga penyediaan air bersih.
Arah itu menunjukkan bahwa instrumen investasi tidak hanya mengejar nilai finansial, tetapi juga manfaat jangka panjang bagi publik.
Direktur Manajemen Risiko PT SMI Pradana Murti menegaskan bahwa penerbitan instrumen ini tetap berlandaskan prinsip kehati-hatian. Setiap proyek yang akan dibiayai telah melalui penilaian risiko yang ketat, baik dari sisi kelayakan finansial, dampak sosial dan lingkungan, maupun keberlanjutan jangka panjang.
Sementara itu, Direktur Operasional dan Keuangan PT SMI Aradita Priyanti menilai investasi melalui ORIS juga memiliki nilai sosial yang kuat.
Menurutnya, masyarakat dapat merasakan kebanggaan karena investasi yang dilakukan ikut menopang pembangunan bangsa secara nyata. Di saat yang sama, langkah ini juga diharapkan memperkuat literasi keuangan dan kedewasaan investasi nasional.
Obligasi ritel infrastruktur yang diterbitkan PT SMI menjadi instrumen penting untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam pembiayaan pembangunan. Dengan target Rp300 miliar, instrumen ini menggabungkan nilai investasi, kehati-hatian, dan dampak sosial yang nyata.
Demikian informasi seputar obligasi ritel infrastruktur. Untuk berita ekonomi, bisnis dan investasi terkini lainnya hanya di Mbipike.Com.